#5

Dalam drama ribuan babak, sekarang kusadari drama terhebat lahir dari hatimu yang anomali.Membiarkan egomu turut serta mengontrol segara rasa.Membuat ia mencipta ombak yang tak bisa kau kendarai menuju tepi pantai.Kau terombang-ambing ditengahnya, memikirkan untuk menepi di pantai yang mana kau dibuat bingung olehnya. *** Jika esok suatu saat kita berpapasan di sebuah jalantolong ingatkan,bahwa hatiku pernah kau campakkan pada sebuah perjalananLalu,aku mencari jalan pulang sendirian.Kau? … Lanjutkan membaca #5

#3

Tak ada keihklasan sedikitpun untukmu saat ini, yang ada hanya kekecewaan dan setumpuk ketidakpercayaan bahwa kau, orang yang paling benci dipermainkan perasaannya adalah orang yang paling lihat mempermainkan perasaan. Mungkin aku memang bukan orang sepertinya, yang mampu memberimu segala tanpa harus berusaha sekuat tenaga terlebih dahulu. Tapi kau harus tahu bahwa apapun yang aku usahakan untukmu adalah segalanya yang bisa kulakukan. Karena memang, aku tak … Lanjutkan membaca #3

#1

Belakangan, kita makin sering lebih bahagia dengan kesepian. Bukan, bukan karena tidak butuh teman atau sudah mulai antisosial. Tapi, kadang kita tak lagi mampu banyak bicara pada orang-orang. Kita akhirnya lebih memilih untuk sedikit bicara, sedikit berbagi cerita, karena ya memang pada akhirnya semua hal-hal itu hanya berhenti di kerongkongan. Tak lagi bisa keluar lewat mulut. Kalau sudah lelah menyimpan sendirian, mungkin tulisan jadi satu-satunya … Lanjutkan membaca #1

Kukira Kau Rumah

Kukira kau rumah, nyatanya kau cuma aku sewa, dari tubuh seorang perempuan yang memintamu untuk pulang Amigdala – Kukira Kau Rumah Seketika playlist saya memutar lagi paling memilukan yang pernah menemani saat-saat patah hati, tentu saja selain album Telisik-nya Danilla yang memang paling pintar membawa ingatan soal masa lalu. Amigdala adalah sebuah band Bandung yang saya kenal saat iseng-iseng meluncur di halaman depan rekomendasi YouTube … Lanjutkan membaca Kukira Kau Rumah